image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Bermain Kreatif



(Oleh : Martika Sandra)



Bermain adalah surganya anak-anak. Tak ada hari tanpa bermain. Begitu pun halnya dengan kedua anak saya. Bermain seperti tak pernah kehabisan energi. Seperti beberapa hari yang lalu, setelah mandi pagi dan makan makanan yang ringan di pencernaan, Rendra dan Radin biasanya akan bermain bersama dan kadang-kadang main sendiri namun dengan jarak yang tidak berjauhan. Terkadang terjadi konflik jika berbeda pendapat atau saling berebut mainan dan keduanya tak mau mengalah. Saya memakai prinsip, siapapun yang terlebih dahulu memegang sebuah mainan maka yang lainnya tak boleh mengganggu apabila mainan tersebut hanya satu.

Pagi itu entah bagaimana terjadinya, sehingga block yang dipegang adik lebih banyak dari kakaknya. Sementara kakaknya membutuhkan banyak block untuk membuat proyek kapalnya. Rendra meminta beberapa block namun Radin tidak merelakan, menyisakan kekesalan di hati kakaknya dan mengeluh kepada saya.

"Kan adik yang duluan pegang mainannya. Kalian kan tahu, siapa yang duluan pegang ya berarti untuk sementara itu miliknya dan yang lain tidak boleh menganggu dan hanya boleh menunggu sampai dipinjamkan." kata saya menjelaskan.

Awalnya Rendra tetap tidak mau menerima namun akhirnya saya menyiasati " Nak, biarkan saja adik tidak mau berbagi block. Kalau  begitu kakak coba buat kapal dengan alat block seadanya saja pasti tidak kalah bagus jika dibuat dengan block yang banyak. Biasanya para prajurit lebih suka pakai kapal yang tidak terlalu besar. Coba bikin Ibu lihat, ayoo" saya memberinya semangat sembari tersenyum mengajaknya untuk berpikir kreatif.

Akhirnya Rendra mengiyakan dan jadilah kapal sederhana hasil karyanya. Setiap anak spesial dan unik. Kadang mereka bereaksi di luar praduga kita sebagai orang tua, bukan dengan tingginya suara kita bukan dengan banyaknya larangan.  Tapi dengan sikap yang mampu untuk menahan diri dan belajar dari apa yang kita tuntut darinya. Jika menginginkan mereka mengendalikan emosi, maka terlebih dahulu kitalah yang memberi contoh saat menghadapi keunikan mereka. Sehingga orang tua dan anak "tumbuh" bersama.

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar